Rabu, 21 November 2012

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh lembaga dalam rangka memperoleh, memanfaatkan, mengembangkan, mempertahankan, serta memuaskan personil sehingga senantiasa menampilkan kinerja terbaik dalam mencapai tujuan organisasi secara optimal.
Proses sistematis adalah sebuah rangkaian tindakan yang tersusun secara bertahap dan tepat sehingga menghasilkan pengaruh nyata dalam pencapaian tujuan kegiatan. Proses sistematis dalam Manajemen SDM melingkupi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian persoriil. Semua proses itu harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan perencanaan adalah segala kegiatan yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan, sehingga kegiatan yang dilakukan mencapai tujuan yang diharapkan. Pelaksanaan adalah kegiatan implementasi atau realisasi dari rencana yang telah dilakukan. Sedangkan kegiatan evaluasi adalah serangkaian tindakan untuk membandingkan antara rencana dan pelaksanaan serta perumusan bahan masukan bagi perbaikan rencana atau pelaksanaan pada masa yang akan datang.

Kebijakan Manajemen SDM adalah sebuah rangkaian keputusan yang bersifat panduan-arahan, sekaligus sikap manajemen dalam mengelola para personilnya. Kebijakan ini akan diturunkan dalam bentuk prosedur atau program. Untuk dapat memandu berlangsungnya proses Manajemen SDM yang baik, maka perlu dibuat berbagai kebijakan. Beberapa kebijakan Manajemen SDM tersebut antara lain adalah:
  1. Personil yang direkrut harus memenuhi persyaratan usia, pendidikan, pengetahuan, dan keahlian (kompetensi) tertentu.
  2. Semua proses rekruitmen personil harus melalui prosedur seleksi yang tepat, seperti Tes Tulis, Psikotes, dan Wawancara. Sementara untuk personil dengan posisi khusus (direksi atau head hunter), rekruitmen dapat dilakukan cukup dengan wawancara.
  3. Setiap personil yang direkrut harus mengikuti orientasi, tentang materi manajemen organisasi nirlaba, sejarah, visi, misi, struktur organisasi, dan program kegiatan lembaga.
  4. Setiap personil tetap yang direkrut harus menjalani masa percobaan atau kontrak awal (minimal 3 bulan).
  5. Setiap personil yang ditempatkan harus memiliki job dese yang jelas.
  6. Setiap personil yang ditempatkan harus memiliki target dan indikator keberhasilan kerjanya sebagai bahan penilaian kinerja.
  7. Setiap personil harus mendapatkan balas jasa sesuai dengan jabatan, kinerja, dan kompetensi.
  8. Setiap personil harus diperhatikan kesejahteraannya sehingga ia betah dan mau bekerja dengan potensi dan kinerja terbaiknya.
  9. Setiap personil harus dikembangkan sehingga menjadi staf yang baik.
  10. Setiap personil tetap harus dipersiapkan masa pumakaryanya.
  11. Setiap personil yang berakhir masa kerjanya atau berhenti harus dipenuhi hak-haknya dan diselesaikan semua kewajibannya.
Adapun unsur-unsur yang melekat dalam proses Manajemen SDM adalah:
  • Staffing, yaitu kegiatan pengadaan dan penempatan personil untuk menempati posisi-posisi tertentu di dalam organisasi. Yang termasuk ke dalam kegiatan staffing adalah:
  1. Strategic human resource planning (perencanaan strategis sumber daya manusia).
  2. Recruiting (rekruitmen/pengadaan personil).
  3. Selection (seleksi untuk memilih personil yang tepat untuk menduduki suatu posisi jabatan di dalam organisasi).
  • Training & Development, yaitu kegiatan pelatihan dan pengembangan personil untuk meningkatkan kualitas personil. Yang termasuk ke dalam kegiatan training & development adalah:
  1. Orientation (orientasi atau pembekalan kepada personil, khususnya kepada personil yang masih baru untuk segera dapat menyesuaikan dengan lingkungan pekerjaan atau tugas-tugas di dalam organisasi.
  2. Employee Training (pelatihan karyawan, dengan fokus peningkatan keahlian atau keterampilan personil dalam menyelesaikan tugas-tugasnya yang sedang diemban saat ini).
  3. Employee Development (pengembangan karyawan, dengan fokus mempersiapkan personil agar pada masa depan mampu mengerjakan tugas-tugas yang lebih tinggi atau lebih besar).
  4. Career Development (pengembangan karier, dengan fokus mempersiapkan jenjang posisi jabatan seorang personil, dari  posisi jabatan saat ini ke posisi jabatan masa depan yang akan diduduki oleh personil yang bersangkutan).
  • Motivation, yaitu kegiatan dalam rangka memelihara dan meningkatkan motivasi personil dalam bekerja, sehingga motivasinya selalu tinggi. Yang termasuk dalam kegiatan memotivas, adalah:
  1. Motivation theories and job design (penyesuaian desain pekerjaan dan jabatan dengan perkembangan teori-teori motivasi).
  2. Performance Appraisal (penilaian kinerja personil dari waktu  ke waktu, apakah kinerja personil telah sesuai dengan tugas-tugas dan target yang harus dicapai).
  3. Rewards and Compensation (pemberian balas jasa dan kompensasi yang memadai sehingga setiap personil merasa dihargai secara wajar dan adil).
  4. Employee Benefits (pemberian manfaat, keuntungan, atau kelebihan bagi personil pada sebuah organisasi sehingga semakin meningkatkan kepuasan personil di dalam organisasi).
  • Maintenance, yaitu kegiatan dalam rangka menjaga (merawat) personil sebagai bagian penting organisasi. Yang termasuk dalam kegiatan mempertahankan personil adalah:
  1. Safety & Health (pemenuhan standar keamanan dan perlindungan fisik dan jiwa personil dalam melaksanakan tugas-tugas. Juga dilakukan berbagai kegiatan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran personil, sehingga personil mampu bekerja dengan sebaik-baiknya).
  2. Communication (upaya untuk melakukan dan menyediakan saluran komunikasi kepada personil di dalam suatu organisasi, sehingga personil memiliki media menyampaikan harapan, usulan dan masalahnya).
Disarikan dari buku: Social Enterprise, Penulis: Ahmad Juwaini, Halaman: 83-87.


Kode: PBM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar